0

Barcelona Korbankan Coutinho Demi Neymar, Apakah Keputusannya Sudah Bulat?

Barcelona Korbankan Coutinho Demi Neymar, Apakah Keputusannya Sudah Bulat?

Usaha yang sedang klub Barcelona lakukan untuk memulangkan Neymar dari PSG diyakini tidak akan berjalan mulus. PSG menginginkan setidaknya 300 juta euro untuk Neymar, itu bukanlah angka yang sedikit. Dan Barca jelas tidak akan mengeluarkan uang sedemikian besar untuk satu pemain saja.

Opsi terbaik ialah menawarkan beberapa pemain sebagai dari bagian transfer. Melihat skuad Barca saat ini, tampaknya mereka tidak akan kesulitan memilih pemain-pemain yang layak dikorbankan demi mewujudkan kepulangan Neymar ke Camp Nou.

Informasi yang di dapat dari Sky Sports, diberitakan jika Tim Vickery langsung menyebut nama Philippe Coutinho, pemain berusia 27 tahun, pada saga transfer Neymar ini. Coutinho saat ini fokus membela timnas Brasil di Copa America 2019, tetapi beberapa waktu lalu dia mengakui masa depannya masih belum jelas bersama Blaugrana.

“Jika [Barcelona] ingin transfer ini terwujud, harus ada sedikit kerja keras guna mengelola kondisi finansial dengan memberikan beberapa pemain pada pihak lain [PSG],” tutur Vickery.

“Kandidat yang cukup jelas bakal ditawarkan adalah mantan pemain Liverpool, Philippe Coutinho.”

Coutinho didatangkan Barcelona dengan memecahkan rekor transfer klub sebesar 142 juta poundsterling pada awal bulan Januari 2018 tahun lalu. Sebenarnya Coutinho masih terikat kontrak hingga 2023 sampai saat ini dengan Barcelona, tetapi dia belum juga membuktikan diri dan terus ditekan publik Camp Nou.

Dia sendiri tercatat, hanya berhasil mencetak lima gol dan tiga assists dalam 34 penampilan di liga, 12 di antaranya masuk sebagai pemain pengganti. Artinya, Coutinho jelas masuk dalam kategori pemain yang bisa dikorbankan. Dan ini merupakan situasi mau tidak mau karena Coutinho juga tidak juga membuktikan kerja kerasnya.

Dilema Klub

Dua tahun lalu, ketika kariernya sedang menanjak, Neymar tiba-tiba bersikeras meninggalkan Barcelona untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Lionel Messi. Kala itu, cara Neymar pergi dianggap tidak menghargai Barcelona sebagai klub hanya gara-gara terbawa perasaan dengan bintang klub Barcelona.

“Detail yang menurut saya sangat menarik adalah bagaimana pemain-pemain senior Barcelona – [Lionel] Messi, [Luis] Suarez, dan [Gerard] Pique bakal sangat senang menyambut kepulangan Neymar,” imbuh Vickery.

“Meski demikian, di sisi lain, anggota klub yang menyumbangkan suara dalam pemilihan presiden, tidak terlalu suka [dengan gagasan kepulangan Neymar]. Mereka merasa dikhianati dengan cara Neymar meninggalkan Barcelona,” pungkasnya.

Situasi seperti ini lah yang bisa mempersulit transfer Neymar, pihak Barcelona sendiri harus mencapai satu suara terlebih dahulu sebelum memburu sang pemain. Difikirkan ulang kembali dengan keputusannya agar tidak menyesar memburu sang pemain.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *